Awali Tahun 2026, Bupati Grobogan Tekankan Kerja Sama, Disiplin, dan Orientasi Pelayanan

Awali Tahun 2026, Bupati Grobogan Tekankan Kerja Sama, Disiplin, dan Orientasi Pelayanan

Purwodadi— Tahun baru selalu membawa ruang untuk menata ulang cara bekerja. Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan, momentum itu dimulai dari apel pagi perdana Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Grobogan, Setyo Hadi, di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) dan sejumlah perangkat daerah, Senin (5/1/2026).

Apel yang diikuti jajaran Setda, Setwan, Bapperida, BPPKAD, Bakesbangpol, Satpol PP, Inspektorat, BKPSDM, Disporabudpar, hingga Dinarpusda tersebut menjadi ruang penyampaian pesan yang bersifat evaluatif sekaligus mengajak seluruh aparatur menatap tahun kerja ke depan dengan sikap yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Hadi menegaskan bahwa capaian yang telah diraih pada tahun sebelumnya patut dijaga. Namun, ia juga mengingatkan agar hal-hal yang masih kurang dapat ditinjau ulang dan dibenahi secara bertahap. Yang sudah berjalan baik, menurutnya, perlu dilanjutkan. Sementara yang belum optimal harus diperbaiki bersama, tanpa saling menyalahkan.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) atas kerja dan kebersamaan yang telah terbangun selama ini. Ucapan terima kasih itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pemerintahan daerah tidak lahir dari kerja individu, melainkan dari kerja tim yang saling menguatkan.

Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja dan kedisiplinan sebagai fondasi pelayanan publik. Dalam konteks organisasi, Bupati menyoroti perlunya keselarasan antarlini, mulai dari pimpinan hingga pelaksana teknis. Kepala perangkat daerah diminta memahami karakter dan dinamika bawahannya, sementara Sekretaris Daerah (Sekda) diharapkan mengenali kebutuhan dan tantangan masing-masing perangkat daerah secara lebih menyeluruh.

Bupati juga menyinggung persoalan yang kerap muncul dalam birokrasi, seperti kurangnya sinkronisasi antara pimpinan unit dan pejabat di bawahnya. Menurutnya, kerja yang efektif hanya bisa terwujud jika ada komunikasi yang sehat dan saling menghargai antara atasan dan bawahan.


Dalam menjalankan tugas, Bupati mengingatkan agar seluruh ASN menjaga sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa aparatur pemerintah pada dasarnya memiliki satu peran yang sama, yakni melayani masyarakat. “Kita ini sama. Tugas kita melayani publik, melayani masyarakat. Kita bergandengan tangan, bekerja bersama,” pesannya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga etika, termasuk dalam penggunaan media sosial. ASN diminta menghindari unggahan yang tidak pantas atau bersifat pamer, serta tetap menjaga citra sebagai pelayan publik. Kedisiplinan kerja pun kembali ditekankan, mulai dari kepatuhan terhadap izin atasan hingga kebiasaan menyelesaikan pekerjaan tanpa menunda.

Ke depan, Bupati Setyo Hadi juga berencana menjadwalkan kunjungan kerja ke perangkat daerah sebagai ruang berbagi, mendengar langsung persoalan di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi.

Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh jajaran untuk menjaga prestasi yang telah diraih sepanjang 2025 agar tidak mengalami penurunan. Ia menegaskan bahwa Grobogan adalah tanggung jawab bersama, yang hanya bisa dijaga melalui kerja yang jujur, disiplin, dan saling menghormati.

Apel pagi tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo, Sekda Anang Armunanto, staf ahli bupati, para asisten sekda, serta kepala perangkat daerah terkait.

Di awal tahun ini, pesan yang disampaikan terasa sederhana, namun bermakna: memperkuat kerja sama, menjaga etika, dan menempatkan pelayanan publik sebagai tujuan utama. Dari situlah kepercayaan masyarakat dibangun, dan dari situlah pemerintahan daerah bergerak maju dengan pijakan yang lebih kokoh. 

Live CCTV
Lapor Bencana