Bupati Grobogan mengatakan, launching bantuan beras itu untuk salurkan kepada keluarga penerima manfaat program keluarga harapan ( PKH ) dan bantuan sosial tunai ( BST ). Sementara acara tersebut turut hadir Kepala Dinas Sosial dan Perum Bulog Semarang. Juga dihadiri DPR-RI Komisi IX Edi Wuryanto, Komisi VIII Sri Wulan, dan DPRD Prov Jateng A. Baginda.
Dimana bantuan beras menurut Bupati sesuai dengan arahan Presiden Republik Indonesia, bahwa penyaluran bantuan beras ditujukan kepada Keluarga Penerima Manfaat PKH dan BST selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan jumlah bantuan sebanyak 10 kilogram beras untuk setiap KPM. Sementara alokasi bantuan beras disalurkan untuk Kabupaten Grobogan sebanyak 117.575 (KPM).
"Kemarin saya sidak. Kalau sudah dibantukan ke masyarakat beras bisa dikonsumsi layak dimakan oleh masyarakat dan kualitasnya baik. Pada waktu itu saya keliling ke gudang ini yang dibungkus 10 kilograman itu dari hasil panen MT (masa tanam) pertama," ujarnya Sabtu kemarin.
Pihaknya berharap adanya kerjasama yang terpadu dari OPD yang terkait, Perum Bulog Semarang, dan seluruh Camat dan Kepala Desa/Lurah serta dukungan semua pihak dalam penyaluran bantuan sosial dapat dilaksanakan dengan menggunakan prinsip 6 T, yakni tepat sasaran, tepat waktu,tepat jumlah, tepat kualitas, tepat harga dan tepat administrasi. "Kalau ada komplain bisa komplain ke bulognya langsung disini," tegasnya.
Bupati juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling bahu-membahu, bergotong royong dan bekerjasama dalam menangani pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda di kabupaten setempat. "Saya juga berpesan agar dalam penyaluran bantuan sosial, KPM selalu mematuhi protokol kesehatan, yakni wajib memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, tidak berkerumun dan mengurangi mobilitas," pungkasnya.