Grobogan Angka Stunting Paling Rendah se-Jateng

Grobogan Angka Stunting Paling Rendah se-Jateng

Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar  acara "Rembuk Stunting dan Pengukuhan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten dan Kecamatan di kabupaten tersebut. Hal ini dilakuan untuk menurunkan angka stunting, bertempat di Gedung Riptaloka. Rabu (22/6).

 

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni, wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto Sekda Sumarsono, Kepala Bappeda Anang Armunanto, Kepala DP3AKB Grobogan Indartiningsih para OPD terkait, dan diikuti para Camat secara virtual. 

Wakil Bupati Grobogan Bambang Pujiyanto menyampaikan, saat ini Kabupaten Grobogan jumlah angka stunting paling rendah se-Jawa Tengah, berdasarkan data pada tahun 2021. Meski pada tahun 2018 bersarkan Riskesdas urutan stunting di kabupaten Grobogan paling tinggi se-Jawa Tengah 39,3%. Dan dari Data SSGI tahun 2020 = 29,13 %, berada pada urutan ke 11. 

"Alhamdulillah, berdasarkan SSGI 2021, kita terendah se-Jawa Tengah, yaitu 9,6%. Hanya terdapat 1 Kabupaten se Jawa Tengah dan hanya ada 2 dari 246 Kab/Kota di 12  Provinsi Prioritas, yang Prevalensinya di bawah 10% yaitu Kabupaten Grobogan dan Kota Mojokerjo. Maka dari itu, Kabupaten Grobogan sedang menjadi "trending topic" sebagai daerah dengan penurunan prevalensi stunting sangat signifikan, sehingga jadi lokasi "best practice" dari berbagai Daerah di Indonesia," ujarnya. Rabu (22/6).

Oleh itu, Wakil Bupati Grobogan berharap di balik kesuksesan ini, para pihak terkait untuk terus mempertahankan, supaya kabupaten Grobogan angka stunting tetap paling rendah se-Jawa Tengah. "Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya (utamanya para Kepala Puskemas dan petugas gizinya), harus mengupayakan cakupan entry ePPGBM minimal harus bisa 80%, sesuai rekomendasi Kemenkes," jelasnya.

Menurutnya untuk mendukung data ePPGBM ini, pihaknya sudah berupaya dengan mengembangkan inovasi Aplikasi Terintegrasi Penanganan Stunting (Atasi Stunting ). Aplikasi ini telah terintegrasi dengan NIK dan dapat diakses tidak hanya oleh Tenaga Gizi, namun termasuk juga desa. 

Sementara menurutnya, untuk menurunkan prevalensi Stunting, perlu meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh; meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan; dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi. Sedangkan kelompok sasarannya, meliputi remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-59 bulan.

Sedang dalam kesempatan tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja keras dari semua pihak sehingga Kabupaten Grobogan menjadi urutan terendah angka stunting di Jawa Tengah. "Ahamdulillah tahun 2021 telah mencapai prestasi sebagai kabupaten dengan angka stunting terendah se Jawa Tengah. Bahkan merupakan satu dari dua Kabupaten di Indonesia yang angka stuntingnya kurang dari 10 %," ujarnya.

Live CCTV
Lapor Bencana