Refocusing Anggaran Penangganan Covid-19 Masih Menjadi Fokus Pemkab Grobogan

Refocusing Anggaran Penangganan Covid-19 Masih Menjadi Fokus Pemkab Grobogan

 

Plh Bupati Grobogan Sumarsono mengatakan, saat ini pemerintah Kabupaten Grobogan masih fokus dalam penanganan covid-19. Dimana anggaran pemerintah sebagian masih diglontorkan untuk penanganan virus tersebut.

Sumarsono mengatakan Pemerintah Kabupaten Grobogan saat ini masih fokus penanganan covid-19. "Refocusing adalah kegiatan anggaran pemerintah yang semula digunakan untuk membangun dipotong untuk penagganan covid-19," kata Sumarsono saat membuka sosialisasi Bansos Keagamaan di Gedung Riptaloka. Senin (5/4).

Pihaknya menjelaskan, jika pada tahun 2020 anggaran untuk refocusing sebesar 140 miliar. Sementara untuk tahun 2021 sebesar  88 miliar.  "Di tahun 2020 kemarin kita refocusing 140 miliar, tahun ini kita refocusing lagi sebesar sekitar 88 miliar. Selain anggaran kita juga dipotong oleh pemerintah pusat sebesar 5 persen, dipergunakan untuk penanggangan covid-19 yang berada di pemerintah pusat," jelas Sumarsono.

Pihaknya berharap pada tahun 2022 tidak ada lagi refocusing. "Oleh karena itu anggaran kita sangat berkurang sekali karena digunakan untuk penangganan covid -19. Mudah mudahan segera berakhir.  Tahun 2022 yang akan datang kita sudah tidak lagi menganggarkan lagi untuk penagganan covid-19." Harapnya.

Sedang menurutnya pada tahun 2021, Pemkab mengangarkan bantuan 6 miliar untuk guru-guru keagamaan non formal, Pesantren, Madin, TPQ, Sekolah Minggu, masing-masing guru mendapat 1 juta rupiah, sebanyak 2.421guru dari lembaga tersebut.

Sementara data guru-guru lembaga keagamaan non formal, Pesantren Madin, TPQ, Sekolah Minggu di kabupaten tersebut sebanyak 12 ribu guru, namun menurut Sumarsono, semua belum bisa mendapatkan bantuan lantaran anggarannya masih kurang. akan tetapi menurutnya dari pemerintah provinsi Jawa Tengah memberikan  insentif tiap bulan 100 ribu, yang tiga bulan sekali masuk rekening.(AryN)

Live CCTV
Lapor Bencana