Stabilkan Harga, Bupati Grobogan Turun Tangan Gerakkan ASN Borong Bawang Merah

Stabilkan Harga, Bupati Grobogan  Turun Tangan Gerakkan ASN Borong Bawang Merah

Anjoknya harga komoditas bawang merah di Kabupaten Grobogan membuat Pemerintah setempat turun tangan untuk dapat menstabilkan harga. Dimana Bupati Grobogan Sri Sumarni bersama Frokompimda menggerakkan Asparatur Negeri Sipil (ASN) dan pihak terkait untuk memborong bawang merah di pasar tani di halaman dinas pertanian setempat. Jumat (19/11)

Bahkan di pasar tani di tempat tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni terjun langsung menjualkan bawang merah milik petani. Hal ini supaya mendorong para OPD maupun ASN membeli barang komoditas tersebut supaya dapat membantu petani supaya kesetabilan harga terjaga. Sebab harga saat ini di tingkat petani anjok berkisar dari 8 sampai 10 ribu rupiah. Namun bupati menjualkan bawang merah itu dengan harga 12.500 rupiah perkilonya. Supaya petani tidak banyak merugi.

Aksi Bupati Grobogan bersama Wakil Bupati Bambang Pujiyanto, Kapolres AKBP Benny Setyowadi, Dandim Letkol Asman Mokoginta dan Kajari Iqbal. itu membuat bawang merah ludes diborong para ASN/OPD. Dengan nada ajakan membeli menggunakan pengeras suara bupati menjualkan bawang merah itu hingga terjual 7,5 ton.

Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, anjoknya harga bawang merah, membuat Pemkab tersebut harus turun tangan untuk membantu petani. "Ahamdulillah pada pagi hari ini bisa terjual 7,5 ton, mungkin dari kelompok tani yang kemarin protes, pengen pemerintah daerah hadir di tengah-tengah petani. Dan semua sudah yang membeli dari ASN instansi kepala  OPD semua bergerak nanti supaya dibagi jajarannya termasuk bapak kapolres pak Dandim, Kajari, dan PDAM instasi terkait BRI, Bank Jateng,  BPD dan BKK semuanya hadir Alhamdulillah bagi hari ini bisa membeli sebanyak 7,5 ton. Mudah-mudahan pada berikutnya nanti ada gerakan kembali seperti ini," ujarnya. 

Dalam kesempatan tersebut Sri Sumarni berharap supaya para petani bawang merah lebih hati-hati  saat menanam bawang merah. Kehati-hatian itu supaya dapat memilih waktu (musim) yang tepat sehingga barang komoditas itu tidak panen bersamaan, akhirnya stok melimpah dan mengakibatkan harga jatuh.

"Sebetulnya saya sudah mewanti-wanti harus petani ini bisa mengantisipasi masalah menanam bawang merah ini. Karena kadang-kadang petani itu tahunnya hari ini ada keuntungan banyak tahun berikutnya dia tanam kembali. Dan ini juga kepala dinas pertanian memberi penyuluhan dan bisa antisipasi jika panen bersamaan pasti harga jatuh," ujarnya.

Live CCTV
Lapor Bencana